Selasa, 22 November 2011

Hari pertama fakultas klub jenius


oleh Nike Merlinta pada 12 November 2011 jam 13:00

Kelas hari ini kita mulai dari jam 10.29.
materi tentang Pendidikan  1 oleh tedy..uuups, maksunya bg ridho..^_^ hehehe

nike benar2 antusias banget pagi ini….sampai2 nike mengeluarkan gaya kekanak-kanakan nike , seakan sedang menunggu eskrim kesukaan nike dibagikan…(eskriiiiiiiiiim…I love u so much^_^)
Kelas dimuai dengan mata kuliah tentang pendidikan yang disampaikan oleh bg ridho….tempat sudah disiapakan selebihnya pematerilah yang pinter2 membuat  atmosfer SBS pada peserta yang datang. Sebelum bg ridho memberikan materi, bg ridho meminta nike untuk jadi MCnya..karena nike rada pemalu gituuuuuh..jadinya nike serahkan ke fyan….luar biasa dengan PDnya dia mengambil tawaran itu tanpa  banyak bicara (hehehe nike jadi malu……harusnya kan nike…maaf n makacih ya fyan ^_^), setelah itu dilanjutkan dengan tilawah yang disampaikan ole bg ridho….seneng banget suaranya bagus…nike ngeliat sampai tag memejamkan mata..hehehe…lebay.com.
setelah tilawah selesai seperti biasa dia mensetting music……sehingga suasana menjadi semakin hidup…
tidak lama kemudian dengan sedikit intermezzo, bg ridho memberikan kertas setengah lembar ke kami2 semua…. Karna nike gak dapat, jadinya nike embat/ambil punya ikin hehehe….dia tag marah lho……heheh. Makasih ya ikin, sabar2 ja ya ngadapin nike..^_^. Tidak lama kemudian bg ridho memberi pertanyaan “ kondisi  seperti apa yang memperihatinkan dunia pendidikan di Indonesia kita saat ini,berikan contohnya” setelah itu meminta kita untuk menjawan What, when, where n How (kayak gitu kan bg ridho…?)
pembukaan yang sangat menarik, karna kita langsung diajak untuk membuka pikiran kita seluas-luasnya tentang kondisi pendidikan kita saat ini…..
setelah itu bg ridho meminta salah satu dari kita untuk mempresentasikan hasil jawaban yang telah kita buat. Dan keberuntungan jatuh ditangan adit..dia yang mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan jawabannya,,padahal nike pingin banget kalau nike yang maju..ngarep.com
tapi tag pa masih ada kesempatan berikutnya…

Jumat, 04 November 2011

Meramal Indonesia Jenius



oleh Yun Sirno pada 04 November 2011 jam 6:20


Kelas 6 Minggu Bisa! angkatan ke-73 itu memang berisik seperti ada pentas musik atau drama. Tapi menang, siswa terlihat begitu bergairah dalam proses belajar mengajar itu. Antusiasme itu sungguh membahagiakanku. 36 siswa dalam ruang yang berhawa agak panas di kota Cirebon itu belajar dengan betul-betul belajar: tak ada yang curi-catat, capek menghafal, was-was dengan memegang kamus atau bermuka masam. Tak ada! Inilah learning by mind!
Sementara itu para instruktur dengan tekun membimbing instruktur muda atau magang dengan telaten. Mereka memperbaiki kesalahan juniornya, dan sesama senior pun tak  sungkan mengkritik atau memperbaiki penampilan yang lain. Diskusi singkat setelah kelas pun berjalan dengan penuh kualitas. Impian 4 tahun silam itu terwujud dengan lebih cepat daripada yang saya duga Saya tak menyangka rintisan 5 tahun lalu itu sudah bisa membuat saya ‘pensiun’ dari mengajar di usia yang baru 31 tahun. Bahkan saya  pun bukan lagi  gurunya para guru, saya sudah menjadi gurunya para gurunya guru. Apa namanya yah?

Selasa, 30 Agustus 2011

PEKAN MARATHON DI PONTIANAK :

DARI BUKA BARENG SAMPAI PARCEL LEBARAN JENIUS

oleh Yun Sirno pada 17 Agustus 2011 jam 13:47


28 Juni atau 2 hari menjelang Ramadhan 1432/ 2011 saya dan 2  tim Pontianak lainnya yaitu Noviyanti dan Indra  mendarat di Bandara Supadio, Pontianak dengan pesawat komersil baru, Kalstar setelah mengikuti Pekan SBS Nasional 2 (Rakernas plus Pusdiklat) di Cirebon.  Pulangnya kami memang bisa disebut liburan setelah beberapa bulan meninggalkan kampung halaman.
Namun kami tidak sepenuhnya berlibur. Karena visi Indonesia Jenius membuat kami harus segera mempraktekkan apa yang dilatihlain di  Pekan Nasional tersebut di cabang tanah kelahiran: Pontianak.
Setibanya di Pontianak kami malah harus melakukan rapat maraton untuk mempersiapkan 3 agenda besar secara maraton pula. Agenda itu harus kami laksanakan, karena akan menjadi prototype pelaksanaan di cabang-cabang paska Idul Fitri nanti.

Nyaris Buka Bareng Setiap Hari
Acara pertama yang kami gelar adalah Pekan SBS Cabang di minggu pertama Ramadhan. Pekan ini adalah rangkaian kegiatan sepekan untuk mensosialisasikan hasil Pekan SBS Nasional dan melatih kru cabang tentang produk atau rencana baru. Apa yang kami lakukan? Tentu kami menggelar rapat-rapat terbatas sesuai agenda. Selain itu kami juga membuat pelatihan untuk tim. Misalnya pelatihan organisasi, seminar dan lain-lain. Kami juga buat acara English Quiz (Cerdas Cermat) yang mempertandingkan para instruktur selama 3 hari di siang hari. Acara-acara tesebut kami lakukan selama sepekan (7 hari) sambil tetap mengerjakan aktifitas rutin administrasi kantor dan mengajar kelas.
Dan yang tentu yang spesial di bulan Ramadhan ini adalah kami mengadakan buka bersama bergiliran dari rumah ke rumah tim kerja SBS Pontianak.  Dan karena kru di Pontianak banyak banget, ada 24 orang, maka kami jadi jarang buka puasa bareng di rumah keluarga masing-masing. Acara bukanya sederhana saja: buka, dinner dan taujih. Satu hari juga kami sempatkan untuk buka bareng di Panti Asuhan, agar kepekaan sosial tim tetap terjaga. Pokoknya Ramadhan harus membuat kami makin solid , makin semangat, dan makin soleh. Pekan SBS ini juga merapatkan rencana mmebuat koperasi SBS sebagai sarana pengoptimalan strategi bisnis perluasan SBS. Koordinator Pekan SBS Cabang Ptk adalah Indra Wijaya yang dibantu oleh Arief Novrianto.

Pekan Kota Jenius
 Di minggu kedua, kami menggelar acara pekanan lainnya namun dengan tujuan dan model yang berbeda. Di minggu kedua ini kami menggelar pekan untuk eksternal dengan tujuan sosialiasasi program yang ada di SBS dan lebih mendekatkan diri ke publik. Yah boleh dikatakan marketing below the line –lah... Tak tanggung-tanggung kami menggelar dua acara pekan-an sekaligus, yaitu Pekan Keajaiban Belajar (PKB) yang dihandle oleh koordinator buku cabang (Grand Book), dan Pekan Kota Jenius (PKJ) yang dihandle oleh Local Community Management (LCM).